Sabtu, 26 Desember 2020
Pengabdian Badan Pengawas Pemilu Surabaya 2020
Minggu, 24 Desember 2017
Awal Mula Kaisar
Kaisar adalah salah satu gelar penguasa monarki dalam bahasa Indonesia. Wilayah kekuasaan kaisar disebut kekaisaran atau imperium. Dalam bahasa Indonesia, gelar lain yang kedudukannya setara dengan kaisar adalah maharaja. Dalam penggunaannya, kaisar lebih bersifat umum, sedangkan maharaja lebih digunakan pada penguasa Hindu.
Dalam tingkatan penguasa monarki, kaisar dan maharaja memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari raja.
Asal usul Sunting
Kata ini berasal dari bahasa Yunani Καῖσαρ (kaisar)[1] yang dalam bahasa Latin disebut caesar. Caesar sendiri awalnya adalah cognomen Julius Caesar, Diktator Romawi. Cucu saudarinya sekaligus anak angkatnya, Gaius Octavius atau Augustus, mengambil nama caesar saat dirinya menjadi Kaisar Romawi pertama. Langkah itu kemudian diikuti oleh para penerusnya. Lambat laun, caesar diadopsi di banyak bahasa sebagai gelar untuk seorang kaisar. Di Jerman, gelar ini disebut kaiser.
Parlementer Monarki konstitusional
Peta perbedaan jenis sistem parlementer
Monarki konstitusional di mana kekuasaan berada di tangan parlemen.
Republik parlementer di mana parlemen secara efektif terpisah dari kepala negara.
Republik parlementer dengan presiden eksekutif dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen
Istana Westminster, "Ibu semua parlemen."
Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan yang parlemennya memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. Berbeda dengan sistem presidensiil, sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.
Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif, atau parlemen, sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. Oleh karena itu, tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif, menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.
Sistem parlemen dipuji, dibanding dengan sistem presidensiil, karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil, seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara, dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri, dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara, memberikan keseimbangan dalam sistem ini.
Negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah Inggris, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura dan sebagainya.
Pemisahan Kekuasaan
Pemisahan kekuasaan juga disebut dengan istilah trias politica adalah sebuah ide bahwa sebuah pemerintahan berdaulat harus dipisahkan antara dua atau lebih kesatuan kuat yang bebas, mencegah satu orang atau kelompok mendapatkan kuasa yang terlalu banyak.
Pemisahan kekuasaan merupakan suatu cara pembagian dalam tubuh pemerintahan agar tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, antara legislatif, eksekutif dan yudikatif
Pemisahan kekuasaan juga merupakan suatu prinsip normatif bahwa kekuasaan-kekuasaan itu sebaiknya tidak diserahkan kepada orang yang sama, untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak yang berkuasa. Contoh negara yang menerapkan pemisahan kekuasaan ini adalah Amerika Serikat
konstitusional Monarki konstitusional
Monarki konstitusional
Monarki konstitusional adalah sejenis monarki yang didirikan di bawah sistem konstitusional yang mengakui Raja, Ratu, atau Kaisar sebagai kepala negara. Monarki konstitusional yang modern biasanya menggunakan konsep trias politica, atau politik tiga serangkai. Ini berarti raja adalah hanya ketua simbolis cabang eksekutif. Jika seorang raja mempunyai kekuasaan pemerintahan yang penuh, ia disebut monarki mutlak atau monarki absolut.
Saat ini, monarki konstitusional lazimnya digabung dengan demokrasi representatif. Oleh karena itu, kerajaan masih di bawah kekuasaan rakyat tetapi raja mempunyai peranan tradisional di dalam sebuah negara. Pada hakikatnya sang perdana menteri, pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang memerintah negara dan bukan Raja. Namun, terdapat juga raja yang bergabung dengan kerajaan yang tidak demokratis. Misalnya, sewaktu Perang Dunia II, Kaisar Jepang bergabung dengan kerajaan tentara yang dipimpin seorang diktator.
Beberapa sistem monarki konstitusional mengikuti keturunan; manakala yang lain melalui sistem demokratis seperti di Malaysia di mana Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majelis Raja-Raja setiap lima tahun.
Kerajaan Britania Raya
Kerajaan Britania Raya, juga dikenal sebagai Kerajaan Bersatu Britania Raya, diciptakan melalui penggabungan Kerajaan Skotlandia dan Kerajaan Inggris di bawah Undang-Undang Persatuan 1707 untuk menciptakan sebuah kerajaan tunggal yang terdiri dari seluruh pulau Britania Raya. Sebuah parlemen tunggal dan pemerintahan yang berpusat di Westminster, London mengatur seluruh kerajaan ini. Kedua bekas kerajaan mempunyai bagian dalam monarki yang sama sejak Raja James VI dari Skotlandia menjadi Raja James I dari Inggris pada 1603.
Kerajaan Britania Raya
Cornish:Matearnanz Breten Veur
Inggris:Kingdom of Great Britain
Skotlandia:Kingdom ay Great Breetain
Gaelik Skotlandia:Rìoghachd Breatainn
Welsh:Teyrnas Prydain Fawr
1707–1800
BenderaLambang
Kerajaan Britania Raya tahun 1800 (hijau)
Ibu kotaLondon
BahasaInggris (resmi)
Bahasa lainnya
Skotlandia, Norn, Welsh, Cornish, Gaelik Skotlandia, Angloromani
AgamaKatholik
Bentuk PemerintahanMonarki konstitusional
Raja/Ratu
- 1707–1714[a]Anne
- 1714–1727George I
- 1727–1760George II
- 1760–1800[b]George III
Perdana Menteri
- 1721–1742Robert Walpole
- 1742–1743Spencer Compton
- 1757–1762Thomas Pelham-Holles
- 1766–1768Wiliam Pitt Tua
- 1770–1782Frederick North
- 1783–1800Wiliam Pitt Muda
Badan legislatifParlemen
- Majelis tinggiHouse of Lords
- Majelis rendahHouse of Commons
Sejarah
- Perjanjian Penyatuan22 Juli 1706
- UU Penyatuan1 Mei 1707
- Bersatu dengan Irlandia1 Januari 1801
Luas
- Total230.977 km² (89.181 mil²)
Populasi
- Perk. 17077.000.000
Kepadatan30,3 /km² (78,5 /mil²)
- Perk. 180010.500.000
Kepadatan45,5 /km² (117,7 /mil²)
Mata uangPound sterling
PendahuluPengganti
Kerajaan Inggris
Kerajaan Skotlandia
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
Sekarang bagian dari United Kingdom
a.^ Ratu Inggris dan Skotlandia dari 1702-1707.
b.^ Terus menjadi Raja Kerajaan Bersatu hingga 1820.
Sejak 1707, sebuah takhta "Britania" gabungan menggantikan takhta Skotlandia dan Inggris dan sebuah parlemen gabungan menggantikan parlemen Skotlandia dan Inggris. Skotlandia dan Inggris sama-sama diberikan kursi dalam House of Commons dan House of Lords di parlemen baru.
Kerajaan ini kemudian digantikan oleh Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia pada 1801 ketika Kerajaan Irlandia dimasukkan dengan diberlakukannya Undang-Undang Persatuan 1801.
Perjanjian Paris
Perjanjian Paris, yang ditandatangani pada tanggal 3 September 1783, mengakhiri Perang Revolusi Amerika Serikat antara Britania Raya melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Sekutu Amerika lainnya, yaitu Perancis, Spanyol, dan Republik Belanda, membuat perjanjian perdamaian yang terpisah dengan Britania.[1][2] Pasal teritorialnya dianggap sangat menguntungkan Amerika Serikat karena memperbesar wilayahnya.[3]
Pada tahun 2007, hanya Pasal 1 yang masih berlaku.[4]
Perang Revolusi Amerika
Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–1783), Perang Kemerdekaan Amerika Serikat,[8] atau Perang Revolusi saja di Amerika Serikat, berawal sebagai sebuah perang antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri, namun perlahan menjadi perang global antara Britania di satu sisi dan Amerika Serikat, Perancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lainnya. Perang ini dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang bercampur dengan kekuatan lainnya.
Perang Revolusi Amerika Serikat
Searah jarum jam dari kiri atas: Pertempuran Bunker Hill, Kematian Montgomery di Quebec, Pertempuran Cowpens, "Moonlight Battle"
Tanggal 19 April 1775 – 3 September 1783 (8 tahun, 137 hari)
Lokasi Amerika Utara Timur, Gibraltar, Kepulauan Balearik, Amerika Tengah;
Jajahan kolonial Perancis, Belanda, dan Britania di anak benua India dan kawasan lain;
Perairan Eropa, Laut Karibia, Samudera Atlantik dan Hindia
Hasil
Perdamaian Paris
Kemerdekaan Amerika Serikat
Perubahan
wilayah Britania kehilangan wilayahnya di sebelah timur Sungai Mississippi dan selatan Danau-Danau Besar & Sungai St. Lawrence kepada Amerika Serikat yang sudah merdeka & Spanyol; Spanyol mendapatkan Florida Timur, Florida Barat, dan Minorca; Britania menyerahkan Tobago dan Senegal kepada Perancis.
Republik Belanda menyerahkan Negapatnam kepada Britania.
Pihak terlibat
Amerika Serikat
Perancis
Spanyol
Republik Belanda
Oneida
Tuscarora
Republik Vermont
Asosiasi Watauga
Catawba
Lenape
Britania Raya
Prusia Pasukan bantuan Jerman
Onondaga
Mohawk
Cayuga
Seneca
Cherokee
Tokoh dan pemimpin
George Washington
Nathanael Greene
Horatio Gates
Richard Montgomery †
Daniel Morgan
Henry Knox
Benedict Arnold (Defected)
Friedrich Wilhelm von Steuben
Marquis de La Fayette
Comte de Rochambeau
Comte de Grasse
Duc de Crillon
Bailli de Suffren
Bernardo de Gálvez
Luis de Córdova
Juan de Lángara
...full list Lord North
Sir William Howe
Thomas Gage
Sir Henry Clinton
Lord Cornwallis (POW)
Sir Guy Carleton
John Burgoyne (POW)
Benedict Arnold
George Rodney
Richard Howe
Wilhelm von Knyphausen
Joseph Brant
...full list
Kekuatan
Puncak:
35.000 prajurit Kontinental
44.500 milisi
5.000 pelaut Angkatan Laut Kontinental (puncaknya tahun 1779)[1]
53 kapal (aktif pada satu waktu selama perang)[1]
12.000 tentara Perancis (di Amerika)
~60.000 tentara Perancis dan Spanyol (di Eropa)[2]
Puncak:
56.000 tentara Britania[butuh rujukan]
78 kapal Angkatan Laut Kerajaan pada tahun 1775[1] 171.000 pelaut[3]
30.000 tentara Jerman[4]
50.000 tentara Loyalis[5]
13.000 penduduk pribumi[6]
Korban
Amerika Serikat: 25.000 tewas
8.000 dalam pertempuran
17.000 karena sebab lainnya
Total korban Amerika Serikat: 50.000 tewas dan terluka[7]
Sekutu: 6.000± tentara Perancis dan Spanyol (di Eropa)
2.000 tentara Perancis (di Amerika)
20.000± tentara Angkatan Darat Britania Raya tewas dan terluka 19.740 pelaut tewas [3]
42.000 pelaut desersi [3]
7.554 tentara Jerman tewas
Perang ini merupakan akibat dari Revolusi Amerika Serikat. Para kolonis bangkit karena Undang-Undang Stempel 1765 yang dikeluarkan Parlemen Britania Raya tidak konstitusional. Parlemen Britania menegaskan bahwa mereka punya hak untuk memberlakukan pajak pada para kolonis. Kolonis mengklaim bahwa karena mereka penduduk Britania, perpajakan tanpa perwakilan rakyat dianggap ilegal. Kolonis Amerika Serikat membentuk Kongres Kontinental yang bersatu dan pemerintahan bayangan di setiap koloni, meski pada awalnya masih setia kepada Raja. Pemboikotan Amerika Serikat terhadap teh Britania yang terkena pajak mendorong terjadinya peristiwa Pesta Teh Boston tahun 1773, yang merupakan penghancuran muatan teh kapal Britania. London menanggapinya dengan mengakhiri pemerintahan mandiri di Massachusetts dan meletakkannya di bawah kendali pasukan Britania dengan Jenderal Thomas Gage sebagai gubernurnya. Pada bulan April 1775, Gage mengetahui bahwa persenjatan sedang dikumpulkan di Concord, dan ia mengirimkan tentara BRitania untuk merampas dan men
Siklon Tracy
SuntingPantau halaman iniBaca dalam bahasa lain
Siklon Tracy
Siklon Tracy adalah sebuah siklon tropis yang menghancurkan kota Darwin, Northern Territory, Australia, pada Malam Natal sampai Hari Natal (24 Desember - 25 Desember), 1974. Siklon ini merupakan topan yang paling kecil namun paling kuat sepanjang sejarah, dengan jarak dari mata sampai ekor badai 48 kilometer. Setelah terbentuk di Laut Arafura, siklon ini bergerak menuju kota sebagai siklon kategori 4 menurut Skala angin topan Australia dan Skala topan Saffir-Simpson, walaupun ada kemungkinan ketika siklon ini menerjang, siklon ini berubah menjadi kategori 5.
Siklon Tracy
Kategori 4 (skala Saffir–Simpson)
Radar menunjukan Siklon Tracy.
Terbentuk 21 Desember 1974
Menghilang 26 Desember 1974
Kecepatan angin tertinggi 1 menit berturut-turut: 250 km/jam (155 mph)
Tekanan terendah 950 hPa (mbar); 28.05 inHg
Korban jiwa 71 orang
Area terdampak Darwin, Northern Territory
Bagian dari Musim siklon tropis Belahan Selatan 1970-75
Tracy membunuh 71 orang, menyebabkan kerusakan mecapai $837 juta dolar (1974 AUD) dan merusak seluruh bangunan di Darwin sebanyak 70%, dan membuat 20,000 dari 49,000 orang kehilangan rumah sehingga 30,000 orang dievakuasi. Kebanyakan dari mereka mengungsi ke Adelaide, Whyalla, Alice Springs dan Sydney, sehingga banyak yang tidak pernah kembali. Setelah siklon menghilang, kota Darwin dibangun lagi dengan bahan bangunan dan teknik pembangunan yang lebih modern.
Gencatan Senjata Natal
Gencatan Senjata Natal atau Christmas truce adalah seri dari gencatan senjata yang terjadi pada saat hari Natal antara tentara Jerman dan Inggris atau Perancis di saat Perang Dunia I tahun 1914. Gencatan senjata di Front Barat tahun 1914 dilakukan oleh tentara Inggris dan Jerman.
Sabtu, 23 Desember 2017
kerajaan Inggris
Kerajaan Inggris adalah sebuah negara di pulau Britania Raya, yang mencakup sekitar 2/3 bagian selatannya.
Kerajaan Inggris
927 — 1649
1660 — 1707
Bendera Lambang Britania Raya
Semboyan
"Dieu et mon droit"
Wilayah jajahan Kerajaan Inggris
Ibu kota Winchester;
Westminster/London bermula kurun ke-11
Bahasa Inggris Lama (de facto, sampai tahun 1066)
Norman-Perancis (de jure, 1066 - kurun ke-15)
Inggris Pertengahan (de facto, 1066 - akhir kurun ke-15)
Bahasa Inggris (de facto, sek kurun ke-16)
Bahasa Welsh (de facto)
Bahasa Cornish (de facto)
Bentuk Pemerintahan Monarki
Raja
- 924-939 Athelstan
- 1702-1707 Anne
Badan legislatif Parlemen Inggris
- Majelis tinggi House of Lords
- Majelis rendah House of Commons
Sejarah
- Penyatuan oleh Athelstan 927
- Penaklukan Norman 1066
- Tempo Peralihan Inggris 30 Januari 1649
- Pengembalian Inggris 1660
- Revolusi Gemilang 1689
- Penyatuan dengan Skotlandia 1 Mei 1707
Mata uang Pound sterling
Pendahulu Pengganti
Wessex
Persemakmuran Inggris
Persemakmuran Inggris
Kerajaan Britania Raya
Selain wilayah yang kini dikenal sebagai Inggris, kerajaan Inggris juga mencakup Wales antara tahun 1536-1707. Kerajaan ini dihapus pada 1707 melalui Undang-Undang Persatuan 1707 (Undang-Undang Persatuan dengan Skotlandia) dan menjadi bagian dari Kerajaan Bersatu Britania Raya.
Didahului oleh
Heptarki Kerajaan Inggris
927-1707 Dilanjutkan oleh
Kerajaan Britania Raya
Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
Cari
SuntingPantau halaman iniBaca dalam bahasa lain
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia (bahasa Inggris: United Kingdom of Great Britain and Ireland) dibentuk pada 1 Januari 1801 dari penggabungan antara Kerajaan Britania Raya dan Kerajaan Irlandia. Penggabungan ini dilaksanakan melalui keputusan parlemen Irlandia yang Anglikan sepenuhnya di College Green, Dublin pada Agustus 1800 yang memilih bergabung dengan menggunakan Undang-Undang Persatuan 1801. Pemerintah Britania memberikan hadiah gelar, tanah dan uang kepada para anggota parlemen Irlandia untuk menumbuhkan semangat persatuan mereka.
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
United Kingdom of Great Britain and Ireland
1801–1922
BenderaLambang
Lagu kebangsaan
"God Save the King/Queen"
Britania Raya (hijau) pada tahun 1921
Ibu kotaLondon
51°30′LU 0°7′BT / 51,5°LU 0,117°BB
BahasaInggris, Skotlandia, Welsh, Irlandia, Gaelik Skotlandia
Bentuk PemerintahanMonarki konstiusional
Raja/Ratu
- 1801–1820[a]George III
- 1820–1830George IV
- 1830–1837William IV
- 1837–1901Victoria
- 1901–1910Edward VII
- 1910–1922[b]George V
Badan legislatifParliament
- Majelis tinggiHouse of Lords
- Majelis rendahHouse of Commons
Sejarah
- UU Penyatuan1 Januari 1801
- Perjanjian Anglo-Irlandia6 Desember 1921
- UU Konstitusi Negara Bebas Irlandia6 Desember 1922
- Nama negara diubah12 April 1927
Luas
- Total315.093 km² (121.658 mil²)
Populasi
- Perk. 180116.000.000
Kepadatan50,8 /km² (131,5 /mil²)
- Perk. 191145.370.530
Kepadatan144 /km² (372,9 /mil²)
Mata uangPound sterling
PendahuluPengganti
Kerajaan Britania Raya
Kerajaan Irlandia
Britania Raya
Negara Bebas Irlandia
Sekarang bagian dari Britania Raya
Republik Irlandia
a.^ Raja Britania Raya dan Irlandia dari tahun 1760.
b.^ Terus menjadi Raja Britania Raya dan Negara Bebas Irlandia hingga 1936.
Bendera Union Jack dalam bentuk modernnya pertama kali digunakan pada 1801. Bendera ini menambahkan Salib St. Patrick untuk melambangkan bergabungnya Irlandia.
Meski Negara Bebas Irlandia menjadi merdeka pada 1922 setelah Perang Inggris-Irlandia, Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia berlanjut dalam nama hingga 1927 ketika ia dinamakan menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara atau yang umum dikenal sebagai Britania Raya.
Kerajaan Britania Raya
Kerajaan Britania Raya, juga dikenal sebagai Kerajaan Bersatu Britania Raya, diciptakan melalui penggabungan Kerajaan Skotlandia dan Kerajaan Inggris di bawah Undang-Undang Persatuan 1707 untuk menciptakan sebuah kerajaan tunggal yang terdiri dari seluruh pulau Britania Raya. Sebuah parlemen tunggal dan pemerintahan yang berpusat di Westminster, London mengatur seluruh kerajaan ini. Kedua bekas kerajaan mempunyai bagian dalam monarki yang sama sejak Raja James VI dari Skotlandia menjadi Raja James I dari Inggris pada 1603.
Kerajaan Britania Raya
Cornish: Matearnanz Breten Veur
Inggris: Kingdom of Great Britain
Skotlandia: Kingdom ay Great Breetain
Gaelik Skotlandia: Rìoghachd Breatainn
Welsh: Teyrnas Prydain Fawr
1707–1800
Bendera Lambang
Kerajaan Britania Raya tahun 1800 (hijau)
Ibu kota London
Bahasa Inggris (resmi)
Bahasa lainnya
Skotlandia, Norn, Welsh, Cornish, Gaelik Skotlandia, Angloromani
Agama Katholik
Bentuk Pemerintahan Monarki konstitusional
Raja/Ratu
- 1707–1714[a] Anne
- 1714–1727 George I
- 1727–1760 George II
- 1760–1800[b] George III
Perdana Menteri
- 1721–1742 Robert Walpole
- 1742–1743 Spencer Compton
- 1757–1762 Thomas Pelham-Holles
- 1766–1768 Wiliam Pitt Tua
- 1770–1782 Frederick North
- 1783–1800 Wiliam Pitt Muda
Badan legislatif Parlemen
- Majelis tinggi House of Lords
- Majelis rendah House of Commons
Sejarah
- Perjanjian Penyatuan 22 Juli 1706
- UU Penyatuan 1 Mei 1707
- Bersatu dengan Irlandia 1 Januari 1801
Luas
- Total 230.977 km² (89.181 mil²)
Populasi
- Perk. 1707 7.000.000
Kepadatan 30,3 /km² (78,5 /mil²)
- Perk. 1800 10.500.000
Kepadatan 45,5 /km² (117,7 /mil²)
Mata uang Pound sterling
Pendahulu Pengganti
Kerajaan Inggris
Kerajaan Skotlandia
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
Sekarang bagian dari United Kingdom
a. ^ Ratu Inggris dan Skotlandia dari 1702-1707.
b. ^ Terus menjadi Raja Kerajaan Bersatu hingga 1820.
Sejak 1707, sebuah takhta "Britania" gabungan menggantikan takhta Skotlandia dan Inggris dan sebuah parlemen gabungan menggantikan parlemen Skotlandia dan Inggris. Skotlandia dan Inggris sama-sama diberikan kursi dalam House of Commons dan House of Lords di parlemen baru.
Kerajaan ini kemudian digantikan oleh Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia pada 1801 ketika Kerajaan Irlandia dimasukkan dengan diberlakukannya Undang-Undang Persatuan 1801.
Perang Revolusi Amerika Serikat
Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–1783), Perang Kemerdekaan Amerika Serikat,[8] atau Perang Revolusi saja di Amerika Serikat, berawal sebagai sebuah perang antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri, namun perlahan menjadi perang global antara Britania di satu sisi dan Amerika Serikat, Perancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lainnya. Perang ini dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang bercampur dengan kekuatan lainnya.
Perang Revolusi Amerika Serikat
Searah jarum jam dari kiri atas: Pertempuran Bunker Hill, Kematian Montgomery di Quebec, Pertempuran Cowpens, "Moonlight Battle"
Tanggal19 April 1775 – 3 September 1783 (8 tahun, 137 hari)
LokasiAmerika Utara Timur, Gibraltar, Kepulauan Balearik, Amerika Tengah;
Jajahan kolonial Perancis, Belanda, dan Britania di anak benua India dan kawasan lain;
Perairan Eropa, Laut Karibia, Samudera Atlantik dan Hindia
Hasil
Perdamaian Paris
Kemerdekaan Amerika Serikat
Perubahan
wilayahBritania kehilangan wilayahnya di sebelah timur Sungai Mississippi dan selatan Danau-Danau Besar & Sungai St. Lawrence kepada Amerika Serikat yang sudah merdeka & Spanyol; Spanyol mendapatkan Florida Timur, Florida Barat, dan Minorca; Britania menyerahkan Tobago dan Senegal kepada Perancis.
Republik Belanda menyerahkan Negapatnam kepada Britania.
Pihak terlibat
Amerika Serikat
Perancis
Spanyol
Republik Belanda
Oneida
Tuscarora
Republik Vermont
Asosiasi Watauga
Catawba
Lenape
Britania Raya
Prusia Pasukan bantuan Jerman
Onondaga
Mohawk
Cayuga
Seneca
Cherokee
Tokoh dan pemimpin
George Washington
Nathanael Greene
Horatio Gates
Richard Montgomery †
Daniel Morgan
Henry Knox
Benedict Arnold (Defected)
Friedrich Wilhelm von Steuben
Marquis de La Fayette
Comte de Rochambeau
Comte de Grasse
Duc de Crillon
Bailli de Suffren
Bernardo de Gálvez
Luis de Córdova
Juan de Lángara
...full list Lord North
Sir William Howe
Thomas Gage
Sir Henry Clinton
Lord Cornwallis (POW)
Sir Guy Carleton
John Burgoyne (POW)
Benedict Arnold
George Rodney
Richard Howe
Wilhelm von Knyphausen
Joseph Brant
...full list
Kekuatan
Puncak:
35.000 prajurit Kontinental
44.500 milisi
5.000 pelaut Angkatan Laut Kontinental (puncaknya tahun 1779)[1]
53 kapal (aktif pada satu waktu selama perang)[1]
12.000 tentara Perancis (di Amerika)
~60.000 tentara Perancis dan Spanyol (di Eropa)[2]
Puncak:
56.000 tentara Britania[butuh rujukan]
78 kapal Angkatan Laut Kerajaan pada tahun 1775[1] 171.000 pelaut[3]
30.000 tentara Jerman[4]
50.000 tentara Loyalis[5]
13.000 penduduk pribumi[6]
Korban
Amerika Serikat: 25.000 tewas
8.000 dalam pertempuran
17.000 karena sebab lainnya
Total korban Amerika Serikat: 50.000 tewas dan terluka[7]
Sekutu: 6.000± tentara Perancis dan Spanyol (di Eropa)
2.000 tentara Perancis (di Amerika)
20.000± tentara Angkatan Darat Britania Raya tewas dan terluka 19.740 pelaut tewas [3]
42.000 pelaut desersi [3]
7.554 tentara Jerman tewas
Perang ini merupakan akibat dari Revolusi Amerika Serikat. Para kolonis bangkit karena Undang-Undang Stempel 1765 yang dikeluarkan Parlemen Britania Raya tidak konstitusional. Parlemen Britania menegaskan bahwa mereka punya hak untuk memberlakukan pajak pada para kolonis. Kolonis mengklaim bahwa karena mereka penduduk Britania, perpajakan tanpa perwakilan rakyat dianggap ilegal. Kolonis Amerika Serikat membentuk Kongres Kontinental yang bersatu dan pemerintahan bayangan di setiap koloni, meski pada awalnya masih setia kepada Raja. Pemboikotan Amerika Serikat terhadap teh Britania yang terkena pajak mendorong terjadinya peristiwa Pesta Teh Boston tahun 1773, yang merupakan penghancuran muatan teh kapal Britania. London menanggapinya dengan mengakhiri pemerintahan mandiri di Massachusetts dan meletakkannya di bawah kendali pasukan Britania dengan Jenderal Thomas Gage sebagai gubernurnya. Pada bulan April 1775, Gage mengetahui bahwa persenjatan sedang dikumpulkan di Concord, dan ia mengirimkan tentara BRitania untuk merampas dan men
Pembakaran Washington
Pembakaran Washington yang terjadi pada tahun 1814 adalah sebuah serangan yang menjadi bagian dari perang tahun 1812 antara Britania Raya (Kerajaan Serikat Britania Raya dan Irlandia) dan Amerika Serikat. Pada tanggal 24 Agustus 1814, setelah mengalahkan pasukan Amerika Serikat pada Perang Bladensburg, pasukan Britania yang dipimpin Mayor Jenderal Robert Ross menduduki Washington D.C. dan membakar berbagai gedung publik, termasuk Gedung Putih (yang ketika itu dikenal sebagai presidential mansion), Gedung Capitol, dan berbagai fasilitas Pemerintah Amerika Serikat.[3] Serangan ini juga dilancarkan sebagai balasan atas tindakan Amerika dalam Serbuan Port Dover.
Pembakaran Washington
Bagian dari Perang tahun 1812
Pembakaran Washington, 1814
Tanggal24 Agustus 1814
LokasiWashington, D.C., Amerika Serikat
Hasil
Kemenangan bagi Britania Raya
Gedung-gedung publik dan galangan kapal angkatan laut di Washington terbakar.
Pihak terlibat
Britania Raya Amerika Serikat
Tokoh dan pemimpin
Robert Ross
George Cockburn Philip Stuart[1]
Kekuatan
4.250[2]7.640
Korban
1 tewas
Sekitar 30 kematian aksidentalTidak diketahui
Sepanjang sejarah Amerika Serikat, Britania Raya merupakan satu-satunya negara yang pernah membakar Gedung Putih atau Washington D.C.. Ini juga menjadi satu-satunya kejadian sejak Perang Revolusi Amerika Serikat ketika sebuah kekuatan asing merebut dan menduduki ibu kota Amerika Serikat.
Perang 1812
SuntingPantau halaman iniBaca dalam bahasa lain
Perang tahun 1812
Perang tahun 1812 adalah konflik militer antara Amerika Serikat dan Britania Raya dari tahun 1812 sampai 1815, meskipun traktat perdamaian ditandatangani pada tahun 1814. Ada beberapa alasan Amerika Serikat menyatakan perang pada tahun 1812, di antaranya restriksi perdagangan akibat perang Britania dengan Perancis, perekrutan paksa pelaut dagang Amerika oleh Angkatan Laut Britania Raya, dukungan Britania untuk suku Indian melawan ekspansi Amerika, kemarahan luar biasa setelah terjadinya penghinaan terhadap kehormatan nasional setelah insiden di laut lepas dan kemungkinan niat Amerika menganeksasi Kanada.[1] Britania Raya awalnya menggunakan strategi defensif, berulang kali menghalau invasi Amerika ke provinsi-provinsi di Amerika Utara Britania. Namun Amerika Serikat berhasil menguasai Danau Erie pada tahun 1813, merampas sebagian Ontario Barat, dan mengakhiri prospek Konfederasi Indian dan sebuah negara bagian Indian di Amerika Barat Tengah yang didukung Britania. Di Amerika Barat Daya, Jenderal Andrew Jackson menghancurkan kekuatan militer negara Creek di Pertempuran Horseshoe Bend 1814. Setelah kekalahan Napoleon pada tahun 1814, Britania mengadopsi strategi yang lebih agresif dengan mengirimkan tiga kelompok tentara invasi dalam jumlah besar. Kemenangan Britinia dalam Pertempuran Bladensburg Agustus 1814 berakhir dengan direbut dan dibakarnya Washington, D.C. Kemenangan Amerika Serikat pada bulan September 1814 dan Januari 1815 mengusir ketiga kelompok tentara invasi Britania di New York, Baltimore, dan New Orleans.
Perang tahun 1812
Cuplikan pertempuran dalam perang tahun 1812
Tanggal 18 Juni 1812–24 Desember 1814 (secara resmi)
18 Juni 1812–12 Februari 1815 (tidak resmi)
Lokasi Amerika Utara-Tengah dan Timur, Pantai Teluk, Samudra Atlantik dan Pasifik
Hasil Traktat Ghent
status quo ante bellum
Pihak terlibat
Amerika Serikat Kekaisaran Britania:
Britania Raya
Kanada
Indian Wodland Timur
Tokoh dan pemimpin
James Madison
Henry Dearborn
Jacob Brown
Winfield Scott
Andrew Jackson George Prevost
Isaac Brock
Roger Sheaffe
Gordon Drummond
Tecumseh
Di laut, kapal-kapal perang dan privatir dari kedua belah pihak saling menyerang kapal-kapal dagang milik satu sama lainnya. Britania memblokade pesisir Atlantik Amerika Serikat dan melakukan serbuan-serbuan skala besar dalam tahap akhir perang. Amerika Serikat berjaya di laut, kapal-kapalnya berduel satu lawan satu melawan frigat-frigat Britania. Di Danau-Danau Besar, kapal Amerika Serikat mengalahkan kapal provinsi Britania seperti di Danau Erie. Pertempuran darat dan laut berlangsung di garis depan antara Danau-Danau Besar dan Sungai Saint Lawrence. Di wilayah Selatan dan Teluk Meksiko terjadi pertempuran darat besar-besaran, tentara Amerika Serikat menghancurkan aliansi Indian-Britania dan memukul mundur kekuatan invasi Britania di New Orleans. Kedua belah pihak saling menduduki wilayah satu sama lainnya, tetapi invasi ini hanya bersifat sementara. Pada akhir perang, kedua belah pihak saling menduduki wilayah satu sama lainnya, namun wilayah-wilayah tersebut dikembalikan setelah ditandatanganinya Traktat Ghent.
Pertempuran-pertempuran besar seperti Pertempuran New Orleans 1815 dan Pertempuran Baltimore 1814 (yang menginspirasi lagu kebangsaan Amerika Serikat "The Star-Spangled Banner") mengakibatkan perasaan euforia "perang kemerdekaan kedua" melawan Britania. Perang ini mengawali "Era Perasaan Baik" ketika permusuhan di antara kedua belah pihak nyaris tidak ada lagi.
Setelah berulang kali berhasil memukul mundur invasi Amerika Serikat, Kanada juga bangkit dari perang dengan perasaan solidaritas dan kebangsaan yang lebih tinggi. Pertempuran-pertempuran seperti Pertempuran Queenston Heights dan Pertempuran Peternakan Crysler dijadikan salah satu ikon oleh orang Kanada. Di Kanada, terutama di Ontario, ingatan terhadap perang memiliki arti nasional yang signifikan karena invasi-invasi Amerika Serikat dipan
Latar Belakang Revolusi Industri
Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis-Guillaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799, di mana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise..[11] Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society, Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri".
Revolusi Industri adalah perubahan besar, secara cepat, dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. Namun, Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin. Dengan demikian, barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.
Revolusi Industri
Sebuah mesin uap. Penggunaan mesin uap, yang menyebabkan meningkatnya penggunaan batubara turut mendorong terjadinya Revolusi Industri di Inggris dan di seluruh dunia.
Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh dunia.
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya".[1]
Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.[2] Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia, (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia, (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak), (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan (4) adanya pasar bebas (kapitalisme).[3]
Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api.[4] Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.[5]
Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi.[6][7] Produk domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi
Raja Arthur
Raja Arthur adalah raja legendaris dalam mitologi Britania Raya. Ia tinggal di Camelot dan memiliki pedang Excalibur.
Beberapa orang berpendapat Raja Arthur hidup pada akhir abad ke-5 sampai awal abad ke-6. Ia mungkin seorang raja maupun pemimpin bangsa Keltik di pulau Britania. Kemudian kisahnya berkembang dengan cerita-cerita tambahan seperti tukang sihir Merlin atau ksatria Sir Lancelot.
Banyak buku yang telah ditulis tentangnya. Salah satu yang terkenal ditulis oleh Sir Thomas Malory. Dalam beberapa film arthur dianggap sebagai pahlawan karena berhasil mencabut pedang dari sebuah batu dan ajaibnya hanya dia yang bisa mencabutnya
Pengabdian Badan Pengawas Pemilu Surabaya 2020
Pengabdian Badan Pengawas Pemilu Surabaya 2020 Desember 26, 2020 Pengabdian untuk Negara di Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) (ahmad sodiq ana...
-
Chili, kadang-kadang dieja sebagai Chile, Cili, atau Cile, adalah sebuah negara berdaulat di Benua Amerika, terletak di bagian tenggara Ame...
-
Pemisahan kekuasaan juga disebut dengan istilah trias politica adalah sebuah ide bahwa sebuah pemerintahan berdaulat harus dipisahkan antar...
-
Kaisar adalah salah satu gelar penguasa monarki dalam bahasa Indonesia. Wilayah kekuasaan kaisar disebut kekaisaran atau imperium. Dalam bah...